Banjir Bandang Di Flores Timur

Banjir Bandang Di Flores Timur Ternyata Tidak Hanya Disebabkan Oleh Cuaca Ekstrim

Banjir Bandang Di Flores Timur – Kabar kurang menggembirakan datang dari wilayah timur Indonesia yaitu Flores , Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini mengalami banjir bandang pada Minggu dinihari, 4 April 2021.

Menurut data dari Kementerian Sosial menyebutkan, hingga Senin pukul 20.47 WIB , bencana banjir bandang ini telah memakan 86 korban dan telah melululantahkan 9 desa di wilayah tersebut. Bencana ini disebabkan karena cuaca ekstrim dalam beberapa kurun hari terakhir.

Menurut pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) , diketahui ada bibit siklon tropis 99S sejak 2 April 2021.Bibit siklon ini menggelayuti langit sekitar Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur. Saat itu juga, peringatan dini dikeluarkan BMKG.

Banjir Bandang Di Flores Timur

BMKG juga menambahkan jika keberadaan bibit siklon tropis 99S iniĀ akan menimbulkan cuaca ekstrim yang sangat signifikan yang bisa berupa hujan lebat , gelombang laut tinggi hingga angin kencang. Hal ini yang akhirnya memberikan dampak buruk di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur.

Namun ternyata menurut Umbu Wulang T Paranggi selaku Direktur Eksekutif Walhi NTT mengatakan jika faktor utama banjir bandang di Flores Timur ini bukanlah cuaca yang ekstrem melainkan ada faktor lain yang membuat air bah menghantam empat kecamatan di NTT ini.

“Alasan gini ini kan fenomena hujan besar dan kita harus terima ini dari Tuhan. Tapi sebesar apa pun hujan, kalau daya tampung memadai, itu bisa dikurangi dampaknya,” kata Umbu .

“Karena kita tahu urusan bencana ini seperti hujan, angin, badai, banjir, sudah beberapa kali terjadi, dan juga ada peringatan BMKG beberapa waktu lalu soal potensi hujan badai dengan siklon seperti ini di NTT. Artinya kalau melihat peringatan itu, (harusnya) sudah dilakukan tindakan preventif,” lanjutnya.

Umbu mengatakan jika pemerintah seharusnya melakukan langkah antisipasi sebelum bencana alam ini terjadi dan memakan banyak korban. Semisalnya dengan memberikan edukasi terkait penyelamatan diri atau mengevakuasi para penduduk yang berada di hulu, bantaran sungai, pinggir laut, dan lereng gunung.

“Tapi faktanya tidak ada satu pun, baik itu di pesisir, hulu, dan daerah lereng gunung, seperti yang terjadi di Lembata,” ujar dia.

Kerusakan lingkungan NTT juga dianggap sebagai faktor lain terjadinya bencana alama tersebut. Namun menurutnya, masalah ini sulit terungkap karena terkesan ditutup-tutupi.

Banjir Bandang Di Flores Timur

“Menurut kami seolah ditutupi itu kerusakan lingkungan yang kami membahasakannya itu. Kita tahu ada fenomena alih fungsi kawasan hutan. Eskalasi perluasan klikwin88 bencananya mencakup belasan kecamatan itu kan salah satu faktor alih fungsi kawasan hutan untuk kepentingan-kepentingan,” ujar Umbu.

Umbu juga menambahkan jika sebelumnya ada aktifitas penambangan yang kemudian ditolak warga. Selain itu ada juga pembalakan liar yang tidak terkontrol pemerintah.

“Contoh kasus di Adonara temuan teman-teman itu ada pembalakan liar dan pembakaran juga di kawasan Hulu di Gunung Boleng yang menyebabkan air ketahan di atas, tidak ada resapan,” jelasnya.

Untuk daerah Malaka , Umbu mengatakan jika ada ilegal loging di kawasan hulu di Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS).

“Jadi tidak bisa ini hanya fenomena alam, karena kita harus akui mitigasi yang buruk dan kerusakan lingkungan yang terjadi,” tegas Umbu.